Senin, 17 September 2012

                                                      =  HATI YANG MURNI  =

       Kita sering mendengar ungkapan "lidah lebih tajam daripada pedang bermata dua ". Ungkapan ini begitu vulgar dan cukup menantang kita. Bag mereka yang mau merefleksi diri atau mengoreksi diri, ungkapan ini merupakan kata-kata yang konstruktif. Bagi mereka yang tidak mau memaknai hidup, ungkapan ini merupakan kata-kata yang sungguh-sungguh menyakitkan dan mengecewakan. Tergantung dari sudut mana cara pandang kita.
             Bacaan Injil ini juga merupakan sebuah tantangan bagi kita. Tuhan Yesus berkata : "Kamu semua, dengarlah kepadaKu dan camkanlah. Apapun dari luar yang masuk ke dalam seseorag, tidak dapat menajiskannya". Ungkapan ini tidak dipahami sepenuhnya  oleh murid-muridNya. Tuhan Yesus membeberkan perumpamaan ini sehubungan dengan adat istiadat nenek moyang orang-orang Yahudi. Orang-orang Faris dan beberapa ahli Turat memperkarakan soal najis dan tidak najis berkaitan dengan pembasuhan tangan sebelum makan. Bagi orang2 Farisi dan ahli Taurat, yang tidak membasuh tangan sebelum makan adalah najis. Masih banyak hal lain yang diwariskan oleh nenek moyang yang mereka jalankan, misalnya mencuci cawan, kendi atau perkakas2 tembaga dan lain2.
         Bagi kita, orang2 yang sudah sewasa dalam usia, kadang2 lebih banyak berpikir diandingkan dengan usia anak2. Bukan berarti bahwa anak2 kurang berpikir. Cara pandang atau pola pikir orang usia dewasa dan usa anak2 sangatlah berbeda. Perbedaan cara pandang dan pola berpikir terletak pada kepolosan dan keluguannya. Orang dewasa sudah bisa memiliki cara pandang malicia atau pikiran2 yang secara umum terpolosi dengan dunia ini, yakni cara pandang yang buruk. Bagi Tuhan Yesus, inilah yang menajiskan. Tuhan Yesus menekankan bahwa hal2 yag menajiskan adalah apa yang keluar dari dalam pikiran dan hati  kita, yakni : segala pkiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan dll. Yang perlu dibersihkan adalah hati kita karena dari hati itulah bisa mengalir pikiran, kata2 dan perbuatan2 yang buruk. Sebagai pengikut Kristus, kita diminta untuk mengoreksi diri dan berjuang untuk memiliki hati yang murni; tak menyimpan kebencian dan dendam, memiliki senyum yang tak pernah memudar, memiliki tutur kata yang tak pernah menyakiti dll.

D O A :
Tuhan berilah kepadaku kemampuan untuk memiliki hati yang bersih, senyum yang tulus dan tutur kata yang manis agar damai dan kasihMu dirasakan oleh saudara-saudari yang kujumpai setiap hari. A m i n.